ENTREPRENEURSHIP
SMK
Negeri 3 Pontianak
Mata pelajaran: KewirausahaanNama : Nurcahyani
Absen : 21
Kelas : XI PM 2
Email : nur.cahyani1995@gmail.com
A. RESUME
J. Saluran dan Jaringan Distribusi
1. Pengertian Distribusi
Distribusi merupakan bagian dari kegiatan pemasaran, yang melliputi penjualan, pembungkusan, pengepakan, dan pengiklanan. Saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan atau perorangan yang memiliki hak kepemilikan atas produk dari produsen ke konsumen
Berikut macam-macam perantara perdagangan adalah sebagai berikut.
a. Grosir (whole sales)
Grosir merupakan pedagang besar dan tidak melakukan penjualan secara eceran,
akan tetapi melayani penjualan secara partai
b. Pengecer(retailer)
Pengecer adalah orang atau pemilik toko atau perusahaan yang kegiatan
utamanya adalah menjual barang secara eceran.
c. Makelar(broker)
Makelar adalah perantara perdagangan yang diangkat resmi atas dasar
permohonan sendiri guna menjualkan barang atau membelikan suatu barang
kepunyaan orang lain untuk tanggungan orang yang menyuruh.
d. Komisioner
Komisioner adalah seorang yang berprofesi sebagai perantara dalam
usaha membeli dan menjualkan barang atau jasa untuk orang lain atas nama
sendiri.
e. Agen
Menjalakan perusahaan sendiri dalam usaha menjualkan hasil perusahaan
tertentu.2. Pokok-pokok Saluran Distribusi
Pokok-pokok saluran distribusi perusahaan diantaranya sebagai berikut.
1. Secara langsung
Produk yang dihasilkan produsen disampaikan secara langsung ke tangan konsumen
tanpa adanya perantara.
2.Secara semi langsung
Produk yang dihasilkan perusahaan disalurkan kepada konsumen melalui saluran
milik produsen itu sendiri.
3. Secara tidak langsung pedagangan eceran
Produk yang dihasilkan produsen disampaikan melaui lembaga-lembaga penyalur3. Alasan-alasan Menggunakan Saluran Distribusi
Alasan mengapa perusahaan tidak mendistribusikan produknya sendiri secara langsung kepada konsumen antara lain yaitu.
a. Jarak yang terlalu jauh antara produsen dan konsumen
Karena terlalu jauh antara produsen dan konsumen, maka semua kebutuhan konsumen akan barang dan jasa yang sangat diperlukan adanya saluran distribusi, agar barang dan jasa bisa sampai ke konsumen dengan segera tanpa menunggu lama .
b. Penghematan biaya dan waktu
Dengan menggunakan saluran distribusi, maka biaya dan waktu yang diperlukan untuk menyebarkan produknya kepada konsumen bisa lebih hemat.
c. Untuk pemenuhan kebutuhan konsumen
Saluran distribusi digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang muncul setiap saat.
d. Produsen dapat berkonsentrasi dalam berproduksi
Dengan memberikan wewenang pendistribusian, produsen dapat mengonsentrasikan kegiatan memproduksi barang-barang, sehingga keduanya bisa berjalan lancar.
4. Macam-macam Saluran Distribusi
a. Distribusi intensif
Distribusi intensif diusahakan sebanyak mungkin agar dapat menjual produk
sebanyak-banyaknya dan lebih mendekati konsumen agar lebih mudah mendapatkan
barang. Barang secara intensif adalah barang-barang convenience goos, misalnya gula, minyak goreng, beras, sabun mandi,
dan sebagainya.
b. Distribui selektif
Jumlah distribusi selektif ditentukan secara terbatas, karena untuk
menekan biaya penjualan. Produk yang dijual merupakan produk yang harganya
relative mahal dan konsumennya adalah golongan tertentu. Produk itu berupa
produk consumers durable goods, yaitu
produk pakai yang tahan lama dan memerlukan pemeliharaan khusus. Contoh: mobil,
motor, dan barang mewah.
c. Distribusi eksklusif
Distribusi produk hanya diberikan pada lembaga penyalur yang menjadi sales representative dari produsen. Yang
termasuk distribusi eksklusif dapat dilihat dari penjualan produk istimewa,
seperti computer, kamera, kacamata, dan sebagainya.Oleh karena itu saluran distribusi sangatlah penting bagi perusahaan, maka dalam memilih saluran distribusinya hendaknya dilakukan dengan hati-hati dan memakai pertimbangan yang mantap.
K. Kebijakan Penetapan Harga
Kebijakan penetapan harga produk turut menentukan keberhasilan dalam bidang pemasaran produk.
Macam-macam kebijakan dalam penetapan harga yaitu.
1. Kebijakn Harga Produsen
Dalam kebijakan ini, seorang wirausaha dapat menetapkan harga dalam dua
bentuk
a. Shining price(harga setinggi
mungkin)
Menetapkan harga produk setinggi mungkin, karena perusahaan belum memiliki
saingan dan produk dipasarkan untuk orang kaya.
b.Penetration price(harga
serendah mungkin)
Kebijakan penetapan harga bertujuan untuk menerobos produk perusahaan lain
masuk ke pasar.
2. Kebijakan Harga Grosir
Grosir dapat membuat kebijakan harga produk dengan cara memberikan
potongan harga, yang diberikan karena pembayaran tunai atau karena pembelian
dalam jumlah besar.
3. Kebijakn Harga Retailer
Beberapa kebijakan penetapan harga produk yang ditetapkan oleh retailer
a. Margin Price
Penetapan harga produk yang dijual sudah mendapatkan keuntungan, maka
langsung dijual. Hal ini sering dilakukan oleh pedagang.
b. Liming price
Penetapan harga produk sering dilakukan oleh toko yang menjual baju kaos,
sepatu, dan sandal.
c. Competior price
Penetapan harga produk yang murah dengan tujuan agar memperoleh reputasi
sebagai toko termurah
d. Judgement price
Penetapan harga produk berdasarkan pada perkiraan, biasanya dalam satu lusin
produk, didalamnya satu atau dua potong produk yang bagus.
e. Custmary price
Dalam jangka panjang, harga suatu produk tetap stabil dan tidak ada
perubahan. Apabila harga bahan baku meningkat, maka harga pokok produk juga
ikut meningkat.
f. Ood price
Penetapan harga ganjil untuk menarik pembeli. Misal harga produk Rp
19.775,00. Penetapan harga ini biasanya dilakukan di supermarket.Produk mempunyai tujuan, yaitu.
a. Mandapatkan share pasar
b. Memperoleh harga maksimum
c. Mempromosikan produk
d. Memanfaatkan keuntungan
e. Mencapai keuntungan
Mencapai hasil penerimaan penjual maksimum
Strategi dalam penetapan harga produk yang dilaksanakan oleh wirausaha
adalah sebagai berikut.
a. Rapid skimming
Strategi yang dijalankan dengan menetapakan tingkat harga penjualan produk
yang tinggi dan dengan kegiatan promosi yang tinggi pula. Strategi ini
mempunyai tujuan untuk memeperoleh laba per unit yang meksimal sebelum para
persaing memasuki pasar.
b. Rapid penetration
Strategi yang dijalankan dengan menetapkan harga produk rendah, sedangkan
kegiatan promosinya tinggi. Tujuan strategi ini yaitu agar perusahaan dapat
menyusupkan dan memasuki pasar secepatnya.
c. Slow skimming
Startegi yang dijalankandengan menetapakan harga penjualan produk yang
tinggi. Tujuan startegi ini adalah untuk memeperoleh laba per unit
setinggi-tingginya sebelum para pesaing memasuki pasar.
d. Slow penetration
Strategi yang dijalankan dengan menetapkan harga jual produk yang rendah
dengan kegiatan promosi yang rendah. Tujuan adalah merangsang pasar untuk
menyerap produk dengan cepat.
B.
Latihan Pilihan Ganda
1.
Distribusi merupakan bagian dari kegiatan….
a. Pembungkusan
b. Pengepakan
c. Pemasaran
d. Promosi
e. Periklanan
2.
Sekelompok perusahaan atau perorangan yang memiliki hak
kepemilikan atas produk dari produsen ke konsumen disebut…
a. Distribusi
b. Saluran
distribusi
c. Jaringan
distribusi
d. Kebijakan
distribusi
e. Perusahaan
3.
pedagang besar dan tidak melakukan penjualan secara eceran, akan tetapi
melayani penjualan secara partai disebut…
a. Grosir
b. Pengecer
c. Makelar
d. Komisioner
e. Agen
4.
perantara perdagangan yang diangkat resmi atas dasar permohonan sendiri
guna menjualkan barang atau membelikan suatu barang kepunyaan orang lain untuk
tanggungan orang yang menyuruh disebut…
a. Grosir
b. Pengecer
c. Makelar
d. Komisioner
e. Agen
5.
Komisioner adalah…
a. pedagang besar
dan tidak melakukan penjualan secara eceran, akan tetapi melayani penjualan
secara partai
b. orang atau
pemilik toko atau perusahaan yang kegiatan utamanya adalah menjual barang
secara eceran.
c. seorang
yang berprofesi sebagai perantara dalam usaha membeli dan menjualkan
barang atau jasa untuk orang lain atas nama sendiri
d. perantara
perdagangan yang diangkat resmi atas dasar permohonan sendiri guna menjualkan
barang atau membelikan suatu barang kepunyaan orang lain untuk tanggungan orang
yang menyuruh.
e.
Menjalakan perusahaan sendiri dalam usaha menjualkan hasil perusahaan tertentu
6.
Produk yang dihasilkan produsen disampaikan secara langsung ke tangan
konsumen tanpa adanya perantara termasuk dalam pokok saluran distribusi secara…
a. Langsung
b. Tidak langsung
c. Semi
langsung
d. Tidak langsung
pedagang pengecer
e. Melalui perantara
7.
barang-barang convenience
goos, misalnya gula, minyak goreng, beras, dan sabun mandi termasuk kedalam
distribusi…
a. Intensif
b. Selektif
c. Eksklusif
d. Langsung
e. Consumers durable
goods
8.
mobil, motor, dan barang mewah termasuk kedalam distribusi…
a. Intensif
b. Selektif
c. Eksklusif
d. Langsung
e. Consumers durable
goods
9.
Kebijakan penetapan harga bertujuan untuk menerobos produk perusahaan
lain masuk ke pasar disebut…
a. Distribusi
b. Shining price
c. Penetration
price
d. Margin price
e. Liming price
10.
Penetapan harga produk yang dijual sudah mendapatkan keuntungan, maka
langsung dijual. Hal ini sering dilakukan oleh pedagang termasuk kebijakan
harga retailer…
a. Margin price
b. Liming price
c. Competitor
price
d. Judgment price
e. Customary price
C. Essay
1. Sebutkan apa saja
macam-macam perantara distribusi?
2. Apa yang dimaksud
dengan Pengecer?
3. Apa yang dimaksud
dengan komisioner?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar